Fishery Skill Lab

Fishery Skill Lab

Potensi Ikan Hias Guppy

Potensi Ekspor Ikan Hias Jenis Guppy

Potensi Ekspor Ikan Hias Jenis Guppy

 

Pada tahun 2019, Provinsi Yogyakarta secara perdana mengekspor sebnyak 1,2 juta ekor benih ikan hias jenis Guppy ke Filipina.

Menurut pemaparan Rina, selaku Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Bahwasanya dulu tidak ada nama Yogyakarta di sektor ekspor benih ikan, karena dulu dikirim ke pasal lokal seperti Surabaya dan Jakarta. Tetapi saat ini Yogyakarta sudah bisa Ekspor sendiri.

Rina berpendapat bahwa Potensi ekspor ikan hias air tawar cukup menjanjikan, termasuk dari DIY.  Ditinjau dari lalu lintas ikan Yogyakarta yang didominasi oleh benih-benih ikan konsumsi air tawar. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan untuk ekspor ikan hias air tawar dapat ditingkatkan, terutama ke negara tujuan ekspor. Seperti  Eropa, Amerika Serikat, Singapura, dan Timur Tengah.

Rina menuturkan bahwa selama ini ikan hias paling banyak berasal dari Bali, Jakarta, dan Bandung. Yogyakarta memanfaatkan peluang ekspor  ikan hias ini untuk ikut andil dalam pasar ekspor ikan hias.

 

Produksi Ikan Hias Yogyakarta mencapai satu juta ekor per tahun.

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongka menyebutkan, produksi ikan hias di DIY rata-rata mencapai satu juta ekor per tahun yang di antaranya mencakup ikan guppy, plati, koi, dan arwana. Sedangkan daerah yang paling banyak melakukan budidaya ikan hias yaitu Kabupaten Sleman.

 

Indonesian Guppy Popularized Association (IGPA) sebagai salah satu komunitas ikan guppy terbesar di Indonesia optimistis Indonesia mampu menjadi barometer produksi ikan guppy dunia. Ketua IGPA, Sahlan Rosyidi menyebut, hal ini mengingat potensi kekayaan lingkungan di Indonesia sangat mendukung untuk pembudidayaan ikan guppy.

 

“Potensi Indonesia sangat besar secara nilai keekonomian dalam pasar Ikan guppy dunia.  nilai jual untuk satu pasang ikan guppy di pasar dunia yaitu USD100, nilai keekonomian ikan guppy nasional mampu mencapai Rp162 miliar dalam 6 bulan,” jelas Sahlan.

 

Artikel ini sudah terbit dalam judul :
Ikan Guppy, Potensi Besar Ekspor Ikan Hias Air Tawar
Budidaya Ikan Hias

Potensi Budidaya Ikan Hias di Masa Pandemi

Di tengah pandemic seperti ini, memelihara ikan hias menjadi pilihan yang tepat bagi banyak kalangan.  Ikan hias terbukti secara ilmiah dapat menurunkan perasaan jenuh akibat work form home dan pembatasan aktivitas dari kebijakan pemerintah.

 

Budidaya Ikan Hias menjadi pilihan masyarakat dalam memulai bisnis usaha karena memiliki peluang usaha yang besar. Maraknya bisnis ikan hias oleh berbagai kalangan masyarakat ini berdampak pada meningkatnya produksi ikan hias nasional. Pada tahun 2017 dari 1,19 milyar ekor menjadi 1,22 milyar ekor. Di tahun 2018 tumbuh menjadi 1,28 milyar ekor  dan pada tahun 2019 dengan nilai mencapai Rp. 19.81 milyar .

Sebagaimana penyataan dari Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya. Bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong sektor usaha produktif. Seperti budidaya ikan hias karena telah terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya.

 

“Seperti kita ketahui bersama, pandemi Covid 19 telah menekan berbagai sektor usaha. Namun juga membuka berbagai peluang usaha baru bagi sebagian orang. Bisnis ikan hias termasuk peluang usaha baru yang banyak dilirik oleh masyarakat karena menjanjikan keuntungan yang besar apabila ditekuni”

“KKP memanfaatkan kemajuan teknologi dalam melaksanakan pelatihan dan webinar secara online.  Guna meningkatkan pengetahuan pelaku usaha budidaya mengenai teknik budidaya hingga model bisnis mulai dari pemula hingga professional” lanjutnya.

 

Komoditas Unggulan Ikan Hias

 

Slamet memaparkan bahwa budidaya ikan hias layak untuk dijadikan komoditas unggulan dalam budidaya karena memiliki berbagai keunggulan. Penggunaan sistem budidaya yang cocok dilahan sempit dan nilai jual lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan konsumsi. Serta perputaran uang yang lebih cepat dalam usaha sehingga pelaku usaha dapat lebih cepat dalam pengembalian modal.

“Guna mendukung peningkatan industri ikan hias nasional, selain terus melakukan program diseminasi melalui webinar dan pelatihan, kami juga melakukan koordinasi dengan asosiasi serta pelaku usaha ikan hias untuk dapat mensinkronkan program dengan pemerintah” ucap Slamet.

 

“Selain mendorong dari sisi produksi, hal lain yang perlu didorong ialah pengembangan varian ikan hias yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain turut meningkatkan pendapatan, ke depan hal ini juga akan turut mendongkrak nilai ekspor nasional, terutama untuk komoditas andalan ekspor seperti arwana, koi, cupang, gapi dan manvis” tambah Slamet.

 

Menurut Slamet, Ikan hias memiliki berbagai manfaat seperti penangkal stress dan memberikan keuntungan ekonomis. Hal ini menjadi penting dalam masa pandemi Covid-19 karena dapat turut menjaga imunitas dan semangat masyarakat dalam menghadapi situasi seperti sekarang.

Slamet juga memaparkan terdapat beberapa jenis ikan hias yang menanjak penjualannya selama masa pandemi. Seperti ikan cupang, ikan guppy dan ikan koi. Jenis ikan tersebut dapat memberikan keuntungan fantastis. “Dengan optimalisasi budidaya ikan hias bernilai ekonomi tinggi, dapat memberikan lapangan kerja baru melalui peningkatan pendapatan dan nilai tambah di masyarakat” tandas Slamet.

 

Artikel ini telah terbit dalam judul: 
KKP : BUDIDAYA IKAN HIAS TINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI
Keranjang Belanja